Sabtu, 05 April 2008

MANUAL ACARA DAN MATERI SIMPOSIUM NASIONAL SEJARAH HMI

Manual Acara dan Materi Simposium Nasional Sejarah HMI


HARI I : KAMIS 01 MEI 2008
WAKTU MATERI PEMBICARA
15.00 –20.00 Registrasi peserta Organization Committee
20.00 –24.00 Penjelasan Umum tentang Simposium Sejarah HMI Pengurus Besar HMI
24.00 - Istirahat
HARI II : JUM’AT 02 MEI 2008
07.00 –08.00 Checking Peserta
08.00 –09.00 Pembukaan Simposium Petugas
09.00 –12.00 Stadium General : "Refleksi Perjalanan HMI diantara masa lalu Kini dan akan datang “ 1. Surakhmat S.Kom
(Pengurus Bersar HMI periode 2007-2009)
2. Ir. H. Aziz Qahhar Muzkkar
( Ketua BADTIM HMI 1979 – 1981 )
3. H. Tamsil Linrung
( Mantan Ketua Umum PB HMI)
12.00 - 13.00 ISHOMA
13.00 –15.00 Presentasi Sejarah Lokal masing - masing Cabang HMI Delegasi Cabang
15.00 –15.30 ISHO
15.30 –17.00 Lanjutan Presentasi
17.00 –19.30 ISHOMA
19.30 –21.30 Materi I : “metode penulisan sejarah HMI ( Historiografi ) 1. Prof. Dr. Qasim Mathar
( Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri )
2. Awalil Rizky
( Ketua Badko Jateng 1990 – 1992)
21.30 –23.30 Materi II : “ Latar belakang berdirinya HMI “ 1. Chumaidy Syarif Romas
(Ketua Umum PB HMI 1977 – 1979 )
2. Amir Fakihuddin
( Ketua Umum Cabang makassar Periode 1987 – 1988 )
23.30 –24.00 Rangkuman materi I dan II
24.00- Istirahat
HARI III : SABTU 03 MEI 2008
07.00 –08.00 Checking Peserta
08.00 –10.00
Materi III : “ Dinamika Perkembangan Pemikiran HMI dalam arus Sejarah “ 1. Suharsono
( Kabid.Litbang HMI Cabang Jogja Periode 1987 – 1988 )
2. Mashudi Muqarrobin
(Ketua Umum PB HMI 1990 – 1992 )
3. Syafinudin Al-Mandari
( Ketua Umum PB HMI 2001 – 2003)
10.00 –12.00
Materi IV : “Peran HMI dalam konstalasi sosial politik ” 1. Muzakkir Djabir
( ketua Umum PB HMI Periode 2005-2007)
2. Lukman Hakim Hasan
( ketua Umum PB HMI Periode 2005-2007)
3. Anies Baswedan
( Rektor Paramadina dan Pengamat Politik )
12.00 –13.00 ISHOMA
13.00 –15.00 Materi V : “HMI dalam Perspektif Gerakan Mahasiswa“ 1.Said Tuhuleley
( Ketua Dema IKIP Yogyakarta 1977 )
2. Cahyo Pamungkas
( Ketua Umum PB HMI 2003 – 2005 )
3. Makmuralto
( Penulis Buku dalam Diam Kita Tertindas serta pengurus besar HMI periode 2007-2009 )
15.00 –15.30 ISHO
15.30 –17.30 Lanjutan materi V
17.30 –19.30 ISHOMA
19.30 –23.30 Materi VI : “ Sejarah Perkaderan HMI “ 1. Masauf Halili
( Ketua KPC Cabang Yogyakarta Periode 1984 - 1986 )
2. Jamal Pasolongi
( Pengurus Badtim Periode 2000 – 2002)
3. M. Mahlani
( Kabid Perkaderan PB HMI 97 – 99 )
23.30 –24.00 Rangkuman materi III - VI
24.00 - Istirahat
HARI IV : AHAD 04 MEI 2008
07.00 –08.00 Checking peserta
08.00 –12.00 Materi VII : “ HMI dalam kemelut Azas Tunggal “ 1. Drs. Sulhan Yusuf
( Ketua Umum HMI Cabang Mks Periode 1984 – 1985 )
2. M.Chaeron AR
( Ketua Umum Cabang Yogyakarta Periode 1985 – 1986 )
12.00 –13.00 ISHOMA
13.00 –15.00 Pembagian Kelompok kerja dalam Bentuk Komisi – Komisi:
komisi I : Materi I Fasilitator
Komisi II : Materi II & III Fasilitator
Komisi III : Materi IV&V Fasilitator
Komisi IV : Materi VI Fasilitator
Komisi V : Materi VII Fasilitator
15.00 –15.30 ISHO
15.30 –17.30 Lanjutan pembahasan komisi Panitia
17.00 –19.00 ISHOMA
19.00 –24.00 Pleno Komisi – Komisi Fasilitator
Penutupan


TOR SIMPOSIUM NASIONAL SEJARAH HMI


A. Latar Pemikiran
Membicarakan sejarah merupakan topik menarik untuk selalu dan terus diungkapkan serta di perdebatkan. Disebut menarik diungkapkan karena selalu saja memberikan pengetahuan baru terkait fenomena yang akan maupun telah terjadi, sementara sejarah menarik untuk diperdebatkan karena selalu saja dalam pengungkapannya memunculkan berbagai perbedaan pandangan terhadap sebuah kejadian. Ditengah pengungkapan fakta – fakta sejarah pun tidak sedikit kita temukan berbagai informasi yang terkadang kebenarannya sangat diragukan, sebab dalam penulisan sebuah sejarah biasanya semua orang memiliki otoritas memasukkan informasi sesuai dengan apa yang diinginkan, disamping perbedaan persepsi yang bersifat subyektif dalam merekonstruksi fakta sejarah. Bila tidak hati – hati bisa jadi yang kita ungkapkan tentang sejarah bukan fakta obyektif kejadian sejarah itu sendiri, namun persepsi kita terhadap kejadian sejarah dalam bentuk rekonstruksi ulang terhadap fakta – fakta sejarah tersebut. Untuk itulah dalam menyikapi beberapa teks yang berkaitan dengan penulisan sejarah perlu dilakukan pengkajian serta penelitian secara mendalam, agar semua ungkapan didalam teks sejarah tersebut terhindar dari kekeliruan.
Secara umum orang memberikan pengertian tentang sejarah adalah merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi pada masa lalu berupa keterangan - keterangan. Peristiwa – peristiwa tersebut diungkapkan dengan cara dan gaya yang berbeda – beda, ada yang menyusunnya secara kronologis, dimana peristiwa tersebut dipahami secara berurutan, Ada juga yang menyusunnya berdasarkan temuan – temuan yang dianggap penting untuk di ungkapkan, dimana orientasi penyusunannya berdasarkan masalah – masalah penting. Dalam pengertiannya yang lebih berkembang banyak dari berbagai kalangan ingin menempatkan sejarah tidak lagi hanya dipahami sebagai urutan fakta – fakta, namun harus bisa di maknai sebagai sesuatu yang dinamis dan hidup, memberikan pandangan masa depan serta melakukan koreksi evaluatif terhadap masa lalu. Perbedaan cara mengungkapkan sejarah inilah menjadi salah satu pembeda ketajaman dalam mengungkapkan serta menuliskan sejarah. Disamping cara pengungkapan juga penulisan sejarah tidak bisa terlepas dari penilaian subyektif penulis. Kondisi psikologis, perasaan sampai pada kualitas diri saat menulis sejarah menjadi factor tersendiri mempengaruhi kualitas penulisan sejarah.
HMI sebagai organisasi kader sekaligus perjuangan tentunya memiliki proses panjang kesejarahannya. Peristiwa perjuangan ditengah awal kelahiran sampai keberadaannya saat ini adalah menjadi bukti bahwa HMI telah melalui sebuah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Ditengah perjalanannya tersebut pasti terdapat beragam dinamika, baik terjadi diantara kader sendiri yang mempengaruhi perubahan internal HMI, maupun HMI sebagai institusi berinteraksi dengan lingkungan diluarnya. Melihat berbagai sudut pandang dari proses kesejarahan HMI selama ini, selalu memunculkan beragam penafsiran dalam penulisan sejarah HMI. Ada yang melihat sejarah HMI lebih dominan pada peran – peran politik, dengan mengaitkan perjalanan HMI ditengah perubahan politik Indonesia. Ada juga menceritakan sejarah HMI lebih pada sisi perkembangan pemikiran yang terjadi di internal organisasi. Atau lebih khusus lagi ada juga yang menempatkan kesejarahan HMI hanya pada satu peristiwa khusus saja, dimana peristiwa tersebut dianggap sebagai dinamika terpenting dalam perjalanan organisasi.
Mengungkapkan sejarah HMI yang paling dominan saat ini adalah menjadikan periodisasi politik Indonesia sebagai latar dalam menceritakan berbagai dinamika organisasi. Mulai dari orde lama, orde baru sampai reformasi saat ini. Hal ini masing - masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya selalu menempatkan kehadiran HMI dalam berbagai situasi perubahan politik Nasional, meskipun dalam hal ini peran HMI direduksi lagi menjadi peran para tokoh – tokoh alumni HMI, sementara kader maupun alumni HMI yang tidak masuk dalam lingkaran kekuasaan tidak terlalu banyak diungkapkan. Kelemahannya memunculkan anggapan bahwa kehadiran HMI menjadi akibat dari perkembangan periodesasi politik tersebut, fakta – fakta bahwa HMI memiliki garis kesejarahan yang independent, bebas berinteraksi terhadap berbagai dinamika perubahan diluarnya seolah tidak begitu lugas diungkapkan. Disamping latar dinamika politik, ada juga cara mengungkapkan latar kesejarahan HMI pada sisi dinamika pemikiran, perkembangan organisasi maupun lainnya, namun masih sangat minim kita temukan.
Symposium sejarah HMI kali ini adalah sebagai forum untuk melihat sejarah HMI dari berbagai sudut pandang, mulai dari peran dinamika sosial politik, dinamika diantara gerakan mahasiswa, posisi ditengan umat islam, perkembangan pemikiran keislaman, dinamika perkaderan internal, sampai pengungkapan sejarah lokal masing – masing cabang HMI. Menghadirkan berbagai sudut pandang kesejarahan HMI menjadi penting, sebagaimana diungkapkan Ibnu Khaldun dalam muqaddimah memahami hakikat sejarah, terkandung pengertian observasi dan usaha mencari kebenaran ( tahqiq), keterangan yang mendalam tentang sebab dan asal benda wujudi, serta pengertian dan pengetahuan tentang substansi, essensi, dan sebab – sebab terjadinya peristiwa. Tepat bila kesejarahan HMI senada dengan ungkapan ini yaitu dalam rangka mencari kebenaran dengan selalu memahami masa lalu secara kritis agar memiliki pegangan dan pedoman menjalani masa depan.
B. Bentuk Kegiatan
o Diskusi Panel interaktif
o Pembahasan dalam bentuk komisi – komisi kerja
o Presentasi makalah sejarah lokal HMI di sampaikan HMI cabang masing – masing
C. Waktu dan tempat pelaksanaan
Aula MAN MODEL Makassar, Kamis – Ahad / 01-04 Mei 2007
D. Peserta
Peserta symposium adalah kader HMI yang merupakan delegasi dari cabang HMI se-Indonesia, dimana peserta yang didelegasikan minimal memiliki pengetahuan serta penguasaan terhadap sejarah HMI.
E. Instruksi Umum
Seluruh peserta delegasi cabang sebelum mengikuti forum sebisa mungkin sudah menentukan focus pilihan pada salah satu komisi kerja
a. Sebisa mungkin peserta sudah membuat kerangka gagasan
b. Setelah selesai forum symposium akan dibentuk Team kerja yang diberi mandate untuk menyusun sejarah HMI
F. Instruksi Khusus
a. Dimasing – masing cabang diharuskan menyusun sejarah cabangnya. Dari hasil penyusunan akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan dalam forum symposium.
b. Muatan secara garis besar penyusunan sejarah local di masing – masing cabang meliputi :
1. Latar belakang pendirian
2. Dinamika Internal Cabang
3. Dinamika pemikiran
4. Situasi perguruan tinggi dan kemahasiswaan (dinamika gerakan mahasiswa )
5. Dinamika perkaderan
6. Perkembangan Jaringan
G. Penanggung jawab dan Pelaksana
HMI Cabang Makassar sebagai penanggung jawab serta HMI cabang Makassar sebagai pelaksana kegiatan symposium sejarah
H. Konstribusi Peserta
- Rp. 50.000,- / Orang
I. Penutup
Demikian TOR simposium sejarah HMI disusun dalam rangka melakukan rekonstruksi kembali perjalanan HMI ditengah arus sejarah dari berbagai perspektif. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar serta lebih penting lagi dinilai sebagai ibadah disisi Allah Swt dalam rangka mencari kebenaran. Amien
Billahi Taufiq Wal Hidayah
Assalamu Alaikum. Wr.Wb
Makassar, 05 Rabiul Awal 1429 H
13 Maret 2008 M